Menggali Jejak Sejarah: Contoh Soal UAS Sejarah Kelas 10 Semester 2 Tahun 2017 dan Pembahasannya

Menggali Jejak Sejarah: Contoh Soal UAS Sejarah Kelas 10 Semester 2 Tahun 2017 dan Pembahasannya

Memasuki penghujung semester genap, siswa kelas 10 SMA/MA bersiap menghadapi Penilaian Akhir Semester (PAS) atau Ujian Akhir Semester (UAS) yang menjadi tolok ukur pemahaman materi selama satu semester penuh. Mata pelajaran Sejarah, dengan kekayaan narasi dan analisisnya, seringkali menjadi salah satu ujian yang membutuhkan persiapan matang. Artikel ini akan membawa Anda menelusuri contoh-contoh soal UAS Sejarah Kelas 10 Semester 2 yang relevan dengan kurikulum tahun 2017, lengkap dengan pembahasan mendalam untuk membantu Anda memahami pola soal, konsep-konsep kunci, dan strategi menjawab yang efektif.

Tahun 2017 menandai periode di mana kurikulum masih berorientasi pada standar nasional yang mencakup berbagai periode sejarah, mulai dari prasejarah, kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha dan Islam di Nusantara, hingga masa kolonialisme dan pergerakan nasional. Materi-materi ini penting untuk dipahami agar siswa dapat melihat bagaimana peristiwa masa lalu membentuk Indonesia hari ini.

Mari kita bedah beberapa contoh soal yang mungkin muncul, beserta analisisnya.

Bagian I: Soal Pilihan Ganda

Menggali Jejak Sejarah: Contoh Soal UAS Sejarah Kelas 10 Semester 2 Tahun 2017 dan Pembahasannya

Soal pilihan ganda merupakan bagian krusial dalam UAS, menguji kemampuan siswa dalam mengenali fakta, konsep, dan hubungan sebab-akibat.

Soal 1:

Salah satu kerajaan bercorak Hindu-Buddha yang memiliki pengaruh besar di Nusantara adalah Sriwijaya. Letak strategis Sriwijaya di Selat Malaka menjadikannya pusat perdagangan dan penyebaran agama Buddha. Bukti arkeologis yang mendukung keberadaan Sriwijaya antara lain adalah…

A. Prasasti Candi Prambanan
B. Prasasti Kedukan Bukit
C. Prasasti Tugu
D. Prasasti Yupa
E. Prasasti Kota Kapur

Pembahasan:

Soal ini menguji pengetahuan siswa tentang kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia dan bukti-bukti sejarahnya. Kunci jawabannya adalah B. Prasasti Kedukan Bukit.

  • Analisis Pilihan Jawaban:
    • A. Prasasti Candi Prambanan: Prasasti ini lebih berkaitan dengan Kerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengah, bukan Sriwijaya.
    • B. Prasasti Kedukan Bukit: Ditemukan di Palembang, prasasti ini berisi tentang perjalanan Dapunta Hyang naik perahu bersama 20.000 orang, yang diyakini sebagai pendiri atau penguasa Sriwijaya. Ini adalah bukti utama keberadaan dan ekspansi Sriwijaya.
    • C. Prasasti Tugu: Prasasti ini berasal dari masa Kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat, yang berkaitan dengan penggalian saluran air.
    • D. Prasasti Yupa: Prasasti ini ditemukan di Muara Kaman, Kalimantan Timur, dan menjadi bukti keberadaan Kerajaan Kutai, kerajaan Hindu tertua di Nusantara.
    • E. Prasasti Kota Kapur: Prasasti ini ditemukan di Pulau Bangka dan berisi kutukan bagi siapa saja yang melawan Sriwijaya, menunjukkan kekuatan Sriwijaya dalam menguasai wilayah. Meskipun penting, Prasasti Kedukan Bukit seringkali dianggap sebagai prasasti paling fundamental dalam membuktikan keberadaan Sriwijaya.

Soal 2:

Proses Islamisasi di Nusantara berlangsung secara bertahap dan melalui berbagai cara. Salah satu metode yang efektif dalam penyebaran Islam di kalangan masyarakat luas adalah melalui kesenian. Tokoh yang dikenal sebagai salah satu Wali Songo yang ahli dalam seni pertunjukan wayang adalah…

A. Sunan Kalijaga
B. Sunan Gunung Jati
C. Sunan Muria
D. Sunan Ampel
E. Sunan Bonang

Pembahasan:

Soal ini menguji pemahaman siswa tentang proses Islamisasi dan peran tokoh-tokoh penting di dalamnya, khususnya Wali Songo. Kunci jawabannya adalah A. Sunan Kalijaga.

  • Analisis Pilihan Jawaban:
    • A. Sunan Kalijaga: Sangat terkenal dengan kemampuannya dalam berdakwah melalui kesenian wayang kulit, seni ukir, dan tembang. Beliau berhasil mengadaptasi ajaran Islam dengan budaya lokal.
    • B. Sunan Gunung Jati: Tokoh penting dalam penyebaran Islam di Jawa Barat, memiliki peran politis dan militer.
    • C. Sunan Muria: Dikenal dengan dakwahnya di daerah pegunungan dan melalui sarana pertanian.
    • D. Sunan Ampel: Dianggap sebagai ayah spiritual bagi Wali Songo lainnya, memiliki peran besar dalam membangun basis dakwah di Surabaya.
    • E. Sunan Bonang: Dikenal dengan metode dakwahnya melalui seni musik gamelan dan wayang. Meskipun juga ahli seni, Sunan Kalijaga lebih identik dengan seni pertunjukan wayang secara spesifik dan luas.

Soal 3:

Masa kolonialisme di Indonesia ditandai dengan berbagai kebijakan eksploitatif oleh bangsa Eropa. Salah satu kebijakan yang paling menimbulkan penderitaan bagi rakyat adalah sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel). Dampak negatif utama dari kebijakan Tanam Paksa bagi petani pribumi adalah…

A. Peningkatan kualitas hasil pertanian
B. Terjadinya kelaparan dan kemiskinan di pedesaan
C. Pemberian modal usaha kepada petani
D. Peningkatan taraf hidup petani
E. Pembukaan lahan pertanian baru secara massal

Pembahasan:

Soal ini berfokus pada dampak kebijakan kolonial, khususnya Tanam Paksa. Kunci jawabannya adalah B. Terjadinya kelaparan dan kemiskinan di pedesaan.

  • Analisis Pilihan Jawaban:
    • A. Peningkatan kualitas hasil pertanian: Kualitas hasil pertanian tidak menjadi fokus utama, justru kuantitas untuk diekspor yang diutamakan, seringkali mengorbankan tanaman pangan lokal.
    • B. Terjadinya kelaparan dan kemiskinan di pedesaan: Petani dipaksa menanam tanaman ekspor (seperti kopi, tebu, nila) di sebagian besar lahan mereka, mengabaikan tanaman pangan untuk konsumsi sendiri. Hal ini menyebabkan gagal panen tanaman pangan, kelangkaan makanan, dan kemiskinan.
    • C. Pemberian modal usaha kepada petani: Tanam Paksa justru membebani petani dengan kerja paksa dan tidak memberikan modal usaha, melainkan eksploitasi tenaga kerja.
    • D. Peningkatan taraf hidup petani: Tanam Paksa justru menurunkan taraf hidup petani karena beban kerja dan penyitaan hasil bumi.
    • E. Pembukaan lahan pertanian baru secara massal: Meskipun ada pembukaan lahan, fokus utamanya adalah memaksimalkan lahan yang sudah ada untuk tanaman ekspor, bukan untuk kesejahteraan petani.

Soal 4:

Pergerakan Nasional Indonesia merupakan fase penting dalam perjuangan bangsa meraih kemerdekaan. Organisasi yang dianggap sebagai pelopor pergerakan nasional karena menekankan persatuan dan kesatuan bangsa adalah…

A. Partai Nasional Indonesia (PNI)
B. Sarekat Islam
C. Indische Partij
D. Budi Utomo
E. Muhammadiyah

Pembahasan:

Soal ini menguji pemahaman siswa tentang organisasi-organisasi pergerakan nasional dan peran historisnya. Kunci jawabannya adalah D. Budi Utomo.

  • Analisis Pilihan Jawaban:
    • A. Partai Nasional Indonesia (PNI): Didirikan oleh Soekarno, PNI merupakan organisasi yang sangat penting dalam pergerakan nasional, namun Budi Utomo lebih dulu dianggap sebagai pelopor.
    • B. Sarekat Islam: Organisasi besar yang fokus pada ekonomi dan agama, namun pelopor dalam artian kebangkitan kesadaran nasional sering dikaitkan dengan Budi Utomo.
    • C. Indische Partij: Organisasi yang beranggotakan campuran bumiputera dan Belanda, memiliki tujuan politik yang kuat namun Budi Utomo lebih dulu mengawali kesadaran kebangsaan.
    • D. Budi Utomo: Didirikan pada 20 Mei 1908, Budi Utomo sering dianggap sebagai organisasi pelopor karena fokusnya pada kemajuan pendidikan dan kebudayaan bangsa Jawa, yang kemudian berkembang menjadi kesadaran kebangsaan yang lebih luas. Tanggal pendiriannya kini diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
    • E. Muhammadiyah: Organisasi keagamaan yang memiliki fokus pada pendidikan dan sosial, namun bukan organisasi pelopor pergerakan nasional dalam arti politik dan kesatuan bangsa secara luas.

Soal 5:

Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928 merupakan tonggak bersejarah dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Makna penting dari Sumpah Pemuda bagi perkembangan pergerakan nasional adalah…

A. Menegaskan persatuan di antara suku-suku bangsa di Indonesia
B. Menyerukan perlawanan bersenjata terhadap penjajah
C. Membentuk pemerintahan sementara
D. Mendirikan sebuah negara kesatuan yang merdeka
E. Mengajak bangsa asing untuk berinvestasi

Pembahasan:

Soal ini menguji pemahaman siswa tentang makna Sumpah Pemuda. Kunci jawabannya adalah A. Menegaskan persatuan di antara suku-suku bangsa di Indonesia.

  • Analisis Pilihan Jawaban:
    • A. Menegaskan persatuan di antara suku-suku bangsa di Indonesia: Sumpah Pemuda mencetuskan tiga ikrar penting: satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa. Ini adalah penegasan identitas nasional yang kuat.
    • B. Menyerukan perlawanan bersenjata terhadap penjajah: Sumpah Pemuda lebih pada pembentukan kesadaran dan persatuan, bukan seruan langsung untuk perang.
    • C. Membentuk pemerintahan sementara: Sumpah Pemuda adalah deklarasi ideologis, bukan pembentukan struktur pemerintahan.
    • D. Mendirikan sebuah negara kesatuan yang merdeka: Sumpah Pemuda adalah fondasi semangat kebangsaan, sedangkan pendirian negara kesatuan merdeka adalah hasil perjuangan selanjutnya.
    • E. Mengajak bangsa asing untuk berinvestasi: Sumpah Pemuda sama sekali tidak berkaitan dengan investasi asing.

Bagian II: Soal Uraian Singkat

Soal uraian singkat menguji kemampuan siswa dalam menjelaskan konsep, menganalisis peristiwa, dan memberikan argumen berdasarkan pengetahuan sejarah.

Soal 1:

Jelaskan perbedaan mendasar antara Kerajaan Kutai dan Kerajaan Sriwijaya, baik dari segi corak kebudayaan maupun pusat kekuasaannya!

Pembahasan:

Soal ini meminta siswa untuk membandingkan dua kerajaan penting di Nusantara.

  • Jawaban yang Diharapkan:
    • Corak Kebudayaan:
      • Kutai: Kerajaan Hindu. Bukti utamanya adalah Prasasti Yupa yang menggunakan bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa, serta menyebut nama raja seperti Kudungga dan Mulawarman.
      • Sriwijaya: Kerajaan Buddha. Bukti utamanya adalah Prasasti Kedukan Bukit, Talang Tuwo, Telaga Batu, Kota Kapur, Karang Brahi, yang menunjukkan pengaruh agama Buddha Mahayana.
    • Pusat Kekuasaan:
      • Kutai: Diperkirakan berpusat di daerah Muara Kaman, Kalimantan Timur. Wilayah kekuasaannya lebih terfokus pada wilayah hulu sungai.
      • Sriwijaya: Berpusat di Palembang, Sumatera Selatan. Memiliki pengaruh maritim yang luas di Selat Malaka, Asia Tenggara, bahkan hingga Madagaskar (menurut beberapa teori).

Soal 2:

Bagaimana peran para pedagang dalam penyebaran Islam di Nusantara pada masa awal? Berikan contoh pengaruhnya!

Pembahasan:

Soal ini menguji pemahaman tentang salah satu jalur penting penyebaran Islam.

  • Jawaban yang Diharapkan:
    • Peran Pedagang: Para pedagang Muslim dari Arab, Persia, dan India berinteraksi dengan masyarakat Nusantara melalui jalur perdagangan. Dalam interaksi ini, mereka tidak hanya berdagang barang, tetapi juga menyebarkan ajaran Islam melalui perkawinan, pergaulan, dan teladan yang baik. Pelabuhan-pelabuhan dagang menjadi pusat penyebaran Islam pertama.
    • Contoh Pengaruh:
      • Terbentuknya perkampungan Muslim di sekitar pelabuhan-pelabuhan strategis seperti Samudra Pasai, Malaka, dan Gresik.
      • Banyak bangsawan dan raja-raja lokal yang memeluk Islam karena melihat keuntungan ekonomi dan kekuatan politik yang ditawarkan oleh kerajaan-kerajaan Islam yang mulai berkembang.
      • Perkawinan antara pedagang Muslim dengan putri-putri bangsawan lokal mempererat hubungan dan mempercepat proses Islamisasi.

Soal 3:

Jelaskan minimal dua dampak positif dan dua dampak negatif dari penerapan kebijakan Politik Etis oleh pemerintah kolonial Belanda di Indonesia!

Pembahasan:

Soal ini meminta analisis dampak dari kebijakan yang memiliki sisi baik dan buruk.

  • Jawaban yang Diharapkan:
    • Dampak Positif:
      1. Pendidikan: Dibukanya sekolah-sekolah untuk pribumi (seperti HIS, MULO, HBS) yang memberikan kesempatan pendidikan bagi sebagian masyarakat Indonesia, meskipun terbatas. Ini melahirkan kaum terpelajar yang kelak menjadi pemimpin pergerakan nasional.
      2. Irigation (Pengairan): Pembangunan irigasi yang bertujuan untuk meningkatkan hasil pertanian komoditas ekspor Belanda, namun secara tidak langsung juga membantu petani lokal dalam irigasi sawah mereka.
      3. Emigrasi (Transmigrasi): Program pemindahan penduduk dari daerah padat ke daerah yang kurang padat, meskipun tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja perkebunan kolonial, namun juga membuka lahan baru dan mengurangi kepadatan penduduk di Jawa.
    • Dampak Negatif:
      1. Eksploitasi Ekonomi yang Terus Berlanjut: Meskipun ada program-program sosial, inti dari Politik Etis tetaplah eksploitasi ekonomi untuk keuntungan Belanda. Hasil pertanian yang meningkat sebagian besar untuk Belanda.
      2. Munculnya Kaum Elite Baru yang Terasing: Kaum terpelajar yang lahir dari pendidikan kolonial terkadang merasa terasing dari akar budayanya sendiri dan lebih terpengaruh oleh budaya Barat, meskipun mereka kemudian menjadi tulang punggung pergerakan nasional.
      3. Program Irigasi yang Lebih Mengutamakan Komoditas Ekspor: Pembangunan irigasi seringkali lebih difokuskan untuk mendukung tanaman ekspor seperti tebu dan padi untuk ekspor, bukan untuk kesejahteraan petani pangan lokal.

Soal 4:

Mengapa Kongres Pemuda II pada tahun 1928 dianggap sebagai peristiwa monumental dalam sejarah Indonesia? Jelaskan kaitannya dengan lahirnya Sumpah Pemuda!

Pembahasan:

Soal ini menekankan pentingnya Kongres Pemuda II dan Sumpah Pemuda.

  • Jawaban yang Diharapkan:
    • Kongres Pemuda II pada tahun 1928 merupakan peristiwa monumental karena berhasil menyatukan berbagai organisasi pemuda yang sebelumnya terpecah berdasarkan suku atau daerah, menjadi satu kesatuan semangat kebangsaan.
    • Kaitannya dengan Sumpah Pemuda: Dalam kongres inilah, para pemuda dari berbagai latar belakang bertekad untuk mengikrarkan tiga pernyataan yang kemudian dikenal sebagai Sumpah Pemuda:
      1. Satu tanah air: Indonesia
      2. Satu bangsa: Bangsa Indonesia
      3. Satu bahasa: Bahasa Indonesia
    • Sumpah Pemuda ini menjadi simbol persatuan yang kuat, menjadi modal penting bagi perjuangan selanjutnya untuk kemerdekaan Indonesia, dan merupakan penanda lahirnya kesadaran nasional yang sesungguhnya.

Bagian III: Soal Uraian Analisis/Diskusi (jika ada)

Soal jenis ini membutuhkan analisis yang lebih mendalam, kemampuan menghubungkan berbagai peristiwa, dan kemampuan berargumen.

Soal 1:

Analisis bagaimana kebijakan penanaman paksa (Cultuurstelsel) oleh pemerintah kolonial Belanda tidak hanya membebani petani pribumi, tetapi juga secara tidak langsung turut mendorong munculnya kesadaran nasional di kalangan pribumi terpelajar.

Pembahasan:

Soal ini meminta analisis sebab-akibat yang lebih kompleks.

  • Jawaban yang Diharapkan:
    • Beban Petani Pribumi: Kebijakan Tanam Paksa mewajibkan petani untuk menyisihkan sebagian besar lahan mereka (minimal 20%) untuk ditanami komoditas ekspor seperti kopi, tebu, teh, dan nila. Petani juga harus menyerahkan hasil panennya dengan harga rendah kepada pemerintah kolonial. Jika gagal panen, petani tetap harus membayar pajak, yang berujung pada:
      • Kemiskinan dan Kelaparan: Lahan untuk pangan lokal berkurang drastis, menyebabkan paceklik dan kelaparan di pedesaan.
      • Kerja Paksa yang Berat: Petani dipaksa bekerja di perkebunan kolonial tanpa upah yang layak.
      • Penyitaan Lahan: Banyak petani kehilangan tanah mereka karena tidak mampu membayar pajak atau memenuhi kewajiban tanam paksa.
    • Munculnya Kesadaran Nasional:
      • Tindakan Kemanusiaan dan Kritik: Para intelektual pribumi yang mendapatkan pendidikan dari sekolah-sekolah kolonial mulai melihat ketidakadilan dan penderitaan rakyat akibat Tanam Paksa. Tokoh-tokoh seperti Multatuli melalui karya "Max Havelaar" memberikan kritik pedas terhadap sistem ini.
      • Munculnya Organisasi Pergerakan: Penderitaan akibat Tanam Paksa dan kebijakan eksploitatif lainnya memicu lahirnya berbagai organisasi pergerakan nasional. Organisasi seperti Budi Utomo, Sarekat Islam, Indische Partij, dan PNI lahir dari keinginan untuk memperbaiki nasib bangsa dan melawan penjajahan.
      • Kesadaran akan Identitas Bersama: Penderitaan yang dialami oleh seluruh lapisan masyarakat pribumi, tanpa memandang suku atau agama, secara perlahan menumbuhkan rasa senasib dan sebangsa. Kesadaran akan "Indonesia" sebagai satu kesatuan yang tertindas mulai terbentuk, menjadi modal utama dalam perjuangan kemerdekaan.

Tips Tambahan untuk Menghadapi UAS Sejarah:

  1. Pahami Kronologi: Susun garis waktu peristiwa-peristiwa penting agar Anda dapat melihat alur sejarah secara keseluruhan.
  2. Identifikasi Tokoh Kunci: Kenali tokoh-tokoh penting dalam setiap periode sejarah dan peran mereka.
  3. Fokus pada Konsep: Pahami konsep-konsep seperti kolonialisme, imperialisme, nasionalisme, Islamisasi, dan dampaknya.
  4. Latih Analisis: Cobalah menganalisis sebab-akibat, perbandingan, dan dampak dari suatu peristiwa.
  5. Perbanyak Latihan Soal: Mengerjakan berbagai variasi soal akan membiasakan Anda dengan pola ujian.
  6. Baca Sumber Terpercaya: Gunakan buku teks, catatan guru, dan sumber-sumber sejarah yang kredibel lainnya.

Dengan persiapan yang matang dan pemahaman yang mendalam terhadap materi, Anda akan dapat menghadapi UAS Sejarah dengan percaya diri. Semoga artikel ini memberikan gambaran yang jelas dan membantu Anda dalam belajar. Selamat belajar dan sukses dalam UAS!

About the Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like these